Pekanbaru — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) melalui Jurusan Hubungan Internasional Ujian Tugas Akhir bagi Konversi Prestasi mahasiswa yang lolos PKM PIMNAS Program Studi S-1 Hubungan Internasional, Selasa (3/3/2026), di Ruang Studio Pascasarjana FISIP Universitas Riau.
Dua mahasiswa yang mengikuti ujian tersebut yakni Asma Yunita dengan karya berjudul “Revolusi Limbah Sabut Kelapa Menjadi Tanggul Geotekstil: Studi Resiliensi Masyarakat Pesisir Kampung Baru” serta Ayu Andini dengan judul “Implementasi 5 Poin SDGs Melalui Model Ketahanan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dalam Menghadapi Bencana Abrasi di Kawasan Pesisir Concong.”

Skema konversi bebas skripsi ini merupakan bagian dari kebijakan akademik yang memberikan ruang inovasi bagi mahasiswa untuk menghasilkan luaran akademik alternatif tanpa mengurangi standar ilmiah dan capaian pembelajaran lulusan.
Ujian yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu diisi dengan pemaparan hasil kajian, metodologi penelitian, temuan lapangan, serta kontribusi akademik dari masing-masing karya. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari tim penguji guna memperkuat argumentasi serta ketajaman analisis.
Tim penguji terdiri atas Dr. Umi Oktyari Retnaningsih, MA selaku ketua, Umunnisa Hidayati, M.InterDevPractice sebagai sekretaris, serta Dr. Yusnarida Eka Nizmi, S.IP., M.Si dan Ahmad Jamaan, S.IP., M.Si sebagai anggota. Para penguji menekankan pentingnya konsistensi metodologis, relevansi teori dan data, serta keberlanjutan luaran akademik dalam skema konversi tersebut.


Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa konversi bebas skripsi merupakan bentuk adaptasi institusi terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi sekaligus upaya memperkuat kompetensi mahasiswa. “FISIP UNRI mendukung inovasi akademik yang tetap berlandaskan mutu dan integritas ilmiah. Melalui skema ini, mahasiswa didorong menghasilkan karya yang relevan, aplikatif, dan memiliki daya guna bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNRI, Dr. Auradian Marta, S.IP., MA, menegaskan bahwa pelaksanaan ujian konversi tetap mengedepankan standar akademik yang ketat. Menurutnya, setiap karya yang dikonversi harus menunjukkan kedalaman analisis, kontribusi keilmuan, serta luaran yang terukur. “Konversi bukan penyederhanaan, melainkan transformasi bentuk tugas akhir dengan tetap menjaga kualitas substansi. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan mutu lulusan,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan ujian ini, Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNRI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan tetap berorientasi pada kualitas serta relevansi keilmuan di tengah tantangan pembangunan berkelanjutan. (Enggy-AM)