Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Perkuat Rekognisi Global, Dr. Rita Wati berhasil lulus Ujian Tertutup Program Doktor Administrasi Publik dengan publikasi Scopus Q1

Maret 03, 2026
HUMAS FISIP
0 tayangan
Perkuat Rekognisi Global, Dr. Rita Wati berhasil lulus Ujian  Tertutup Program Doktor Administrasi Publik dengan publikasi Scopus Q1

Pekanbaru — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) kembali menegaskan komitmen akademiknya melalui pelaksanaan Ujian Tertutup Publikasi Internasional Bereputasi Scopus Q1 Program Studi Administrasi Publik Program Doktor, Selasa (3/3/2026), di Ruang Ujian S3 Lantai II FISIP UNRI.

Ujian tertutup tersebut diikuti oleh Rita Wati  dengan judul disertasi “Model Collaborative Governance dalam Penanggulangan Bencana Abrasi di Wilayah Pesisir Kabupaten Bengkalis.” Disertasi ini telah melahirkan publikasi internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 berjudul “The Integrating Stakeholders for Effective Coastal Abrasion Management: A Collaborative Governance Framework Applied in Bengkalis, Indonesia.”

Pelaksanaan ujian ini merupakan bagian dari skema baru Program Doktor, di mana publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 menjadi prasyarat akademik utama. Dengan demikian, tahapan ini dilaksanakan dalam format ujian tertutup sebagai verifikasi ilmiah atas kualitas publikasi dan substansi disertasi, tanpa lagi melalui mekanisme ujian terbuka sebagaimana skema sebelumnya.

Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Sujianto, M.Si selaku promotor, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si sebagai ko-promotor I, dan Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST, MT sebagai ko-promotor II. Sementara itu, tim penguji meliputi Dr. Auradian Marta, S.IP., MA selaku ketua, Dr. Febri Yuliani, S.Sos., M.Si, Dr. Nur Laila Meilani, serta Dr. Hasim As’ari. Ujian juga menghadirkan penguji eksternal, Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si.

Dalam ujian yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut, kandidat doktor memaparkan kontribusi teoretis dan praktis model collaborative governance dalam penanganan abrasi pesisir di Kabupaten Bengkalis. Diskusi berlangsung mendalam, menyoroti penguatan integrasi pemangku kepentingan, efektivitas tata kelola kolaboratif, serta relevansi model yang dikembangkan terhadap kebijakan pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir.

Melalui pelaksanaan ujian tertutup berbasis publikasi bereputasi ini, FISIP UNRI menunjukkan langkah progresif dalam meningkatkan standar mutu pendidikan doktoral. Skema ini tidak hanya menekankan kualitas riset yang berdampak, tetapi juga memperkuat rekognisi internasional melalui publikasi pada jurnal bereputasi global. (Enggy-AM)