Pekanbaru, 23 Agustus 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang aman dan nyaman melalui penyelenggaraan rapat Gugus Tugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Agustus 2024. Agenda utama rapat kali ini adalah membahas Identifikasi Bahaya, Penilaian, dan Pengendalian Risiko dalam lingkup K3L di FISIP UNRI.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FISIP ini dibuka oleh Dekan FISIP, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengelolaan lingkungan.
"Penerapan K3L bukan hanya kewajiban normatif, tetapi bagian dari budaya institusi yang harus terus kita tumbuhkan bersama. FISIP harus menjadi contoh dalam menciptakan ruang akademik yang aman, sehat, dan peduli lingkungan," ujar Dr. Meyzi.
Sementara itu Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., menekankan perlunya integrasi aspek K3L ke dalam perencanaan fasilitas, operasional harian, hingga layanan kepada sivitas akademika dan masyarakat.
"Setiap unit kerja di lingkungan FISIP harus memahami dan mampu mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko secara tepat, serta menetapkan langkah pengendalian yang konkret dan terukur," jelas Dr. Mayarni.
Ketua Gugus Tugas K3L FISIP, Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., memaparkan rencana kerja tim K3L yang mencakup penyusunan daftar inventarisasi potensi bahaya di lingkungan kampus, survei kondisi fasilitas pendukung, serta pelatihan mitigasi risiko bagi tenaga kependidikan dan mahasiswa.
"Kita akan memulai dengan pemetaan zona rawan, evaluasi sarana prasarana, dan menyusun protokol pengendalian yang aplikatif serta mudah diterapkan oleh seluruh warga kampus," tegasnya.
Rapat ini turut dihadiri oleh Tim K3L FISIP, perwakilan tenaga kependidikan, dosen, dan staf teknis dari berbagai unit di FISIP, yang secara aktif berdiskusi dan memberikan masukan terkait pengalaman dan tantangan di lapangan. Keseluruhan hasil diskusi akan dijadikan dasar untuk penyusunan dokumen risiko K3L FISIP serta rencana aksi jangka pendek dan menengah.
Dengan langkah ini, FISIP UNRI berharap dapat memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kualitas lingkungan kerja, serta mendorong kepatuhan terhadap regulasi nasional dalam bidang K3L.
-RIRY-