Pekanbaru, 13 Maret 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan risiko melalui rapat Tinjauan Manajemen K3L yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Maret 2025. Rapat ini menjadi penutup evaluasi triwulan pertama tahun 2025 sekaligus forum strategis untuk merancang langkah perbaikan menuju kuartal kedua.
Dalam forum tersebut, berbagai pencapaian dan kendala di lapangan dibahas secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan inspeksi berkala, efektivitas pelaporan risiko, dan tindak lanjut penanganan bahaya ringan di lingkungan kampus.
Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gugus Tugas K3L yang terus menunjukkan konsistensi dalam menjalankan mandatnya.
"Kampus yang sehat dan aman adalah prasyarat dasar untuk pendidikan berkualitas. K3L adalah bagian dari good governance dan pelayanan publik yang wajib kita jaga.
Lebih lanjut, Dekan menekankan perlunya sinergi antara K3L dengan unit lain, termasuk UPT Prasarana dan Bagian Umum agar penanganan terhadap potensi bahaya bisa lebih cepat dan tuntas.
Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., selaku Ketua Gugus Tugas K3L menambahkan bahwa hasil monitoring triwulan pertama menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pelaporan dari warga kampus.
"Kami mencatat lebih dari 20 laporan terkait potensi bahaya yang masuk melalui sistem pelaporan K3L, dan hampir seluruhnya telah ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 72 jam. Ini menunjukkan sistem kita mulai berjalan efektif,"_ jelasnya.
Rapat juga menghasilkan keputusan penting, di antaranya: rencana pelaksanaan simulasi tanggap darurat kebakaran pada April, penambahan titik APAR, dan penyusunan SOP baru untuk kegiatan luar ruangan mahasiswa.
Dengan konsistensi pelaksanaan rapat Tinjauan Manajemen, FISIP UNRI berharap dapat menciptakan budaya kampus yang lebih tanggap terhadap risiko dan menjadi pelopor K3L di lingkungan Universitas Riau.
-RIRY-