
Pelalawan, 3 November 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dalam upaya mendorong pelestarian budaya Melayu Petalangan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Penghulu Maitun, Desa Betung, pada Senin (3/11).
FISIP UNRI diwakili oleh Ketua Tim Percepatan Kerja Sama, Robi Armilus, S.Sos., M.Si., sementara Pemerintah Desa Betung diwakili langsung oleh Kepala Desa, Darman, S.E.
Dalam sambutannya, Robi Armilus menyampaikan bahwa pelaksanaan MoU ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen FISIP UNRI untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

“Desa Betung kami pilih sebagai desa binaan karena merupakan pusat dari budaya Melayu Petalangan, salah satu suku asli dan tertua di Provinsi Riau,” ungkap Robi.
Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Hariyanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal bagi FISIP dalam mendukung upaya pelestarian budaya Melayu Petalangan melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, FISIP berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Petalangan agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FISIP UNRI, Dr. Saiman Pakpahan, S.IP., M.Si, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa dukungan terhadap pelestarian budaya Melayu Petalangan akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik.
“Mahasiswa akan melaksanakan kegiatan praktikum di Desa Betung untuk mengenal lebih dekat budaya Melayu Petalangan, sekaligus dosen dapat melaksanakan penelitian dan pengabdian di lokasi tersebut,” jelasnya.
Kepala Desa Betung, Darman, S.E., mengapresiasi kerja sama tersebut dan menyambut baik dukungan dari FISIP UNRI.

“Sebagai pusat budaya Petalangan, Desa Betung sangat membutuhkan dukungan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya ini, terutama dalam upaya pelestarian kawasan Danau Betung yang menjadi lokasi kegiatan budaya dan kini memerlukan perhatian serta perbaikan dari pemerintah daerah,” tuturnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menjaga eksistensi budaya Melayu Petalangan sebagai bagian penting dari identitas Riau. (RA-Enggy)



