
Pekanbaru — Universitas Riau (Unri) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Petunjuk Teknis Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penyerahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Tahun 2026, Selasa (22/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Labersa Grand Hotel & Convention Center Kampar.
FGD tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Hermandra, M.A, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil, para dekan fakultas, pimpinan lembaga dan unit kerja di lingkungan Universitas Riau. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan fakultas lainnya.
Dalam laporan pembukaan, Kepala LPPM Universitas Riau, Prof. Dr. Mubarak, M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh pemangku kepentingan terkait petunjuk teknis pelaksanaan KUKERTA Berdampak Tahun 2026. Program tersebut dirancang sebagai bentuk penguatan peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan kebutuhan daerah serta kebijakan pembangunan nasional.

“Melalui KUKERTA Berdampak, Universitas Riau mendorong mahasiswa untuk tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan terukur, serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” ujar Prof. Mubarak.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya sinergi dan keselarasan program antara universitas, fakultas, hingga unit kerja dalam mendukung keberhasilan KUKERTA Berdampak dan pengelolaan anggaran tahun 2026. Ia juga menekankan bahwa perencanaan yang baik menjadi kunci utama dalam mewujudkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat dan institusi.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Evi Deliana HZ, S.H., LL.M. menyampaikan materi mengenai Petunjuk Teknis Program KUKERTA Berdampak Universitas Riau Tahun 2026. Pemaparan tersebut menitikberatkan pada penguatan desain program KUKERTA yang berbasis kebutuhan masyarakat, kolaboratif, serta terintegrasi dengan kegiatan pendidikan dan penelitian. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami arah kebijakan program KUKERTA ke depan.
Selanjutnya, Rektor Universitas Riau memaparkan materi mengenai langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran Tahun 2026. Pemaparan ini kemudian diperkuat oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., yang menjelaskan secara rinci proses penyusunan perencanaan dan penganggaran di lingkungan Universitas Riau, termasuk prinsip transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan RKA-KL Tahun 2026 dari Rektor Universitas Riau kepada pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran yang selaras dengan visi, misi, serta rencana strategis Universitas Riau.

Dekan FISIP Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan FGD tersebut. Menurutnya, FGD ini memiliki nilai strategis bagi fakultas dalam menyelaraskan kebijakan KUKERTA Berdampak dengan program akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta perencanaan anggaran fakultas.
“FGD ini menjadi forum yang sangat penting bagi FISIP Universitas Riau untuk memahami secara komprehensif kebijakan KUKERTA Berdampak serta arah perencanaan dan penganggaran tahun 2026. Dengan kesamaan pemahaman ini, fakultas dapat merancang program yang terukur, berdampak, dan selaras dengan visi Universitas Riau,” ujar Dr. Meyzi.
Ia juga menegaskan komitmen FISIP Universitas Riau untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan KUKERTA Berdampak melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa lintas program studi, serta memastikan perencanaan anggaran fakultas mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi.
“FISIP Unri siap bersinergi dan berkontribusi secara optimal agar program KUKERTA tidak hanya menjadi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Riau diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarunit kerja, meningkatkan kualitas pelaksanaan KUKERTA Berdampak, serta mewujudkan tata kelola perencanaan dan penganggaran yang profesional dan berorientasi pada dampak pada Tahun 2026.
(ENGGY-MH)

