
Pekanbaru, 31 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) menggelar Sosialisasi Pembelajaran Bahasa Isyarat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian sivitas akademika terhadap inklusivitas, khususnya dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di Kelas Studio II Gedung Pascasarjana FISIP UNRI dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Insan Berguna Nusantara (IBNU) Foundation Pekanbaru ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Fenty Widya, S.Pi., M.H. dan Yeni Oktavia, S.Psi.Gr. Keduanya berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar dasar-dasar komunikasi menggunakan bahasa isyarat sebagai langkah membangun lingkungan kampus yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen FISIP Universitas Riau untuk membangun lingkungan akademik yang inklusif, empatik, dan berkeadilan sosial.

“Dalam dunia pendidikan tinggi, keberagaman bukanlah sekedar fakta sosial, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama. Termasuk di dalamnya adalah keberadaan saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang memiliki hak yang sama untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang dalam ruang akademik,” ujarnya.

“Memahami penyandang disabilitas berarti belajar melihat manusia dari sisi kemampuannya, bukan keterbatasannya. Kita diajak untuk menumbuhkan sensitivitas sosial dan empati agar interaksi kita di kampus tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab secara sosial,” tambahnya.
“Pelatihan bahasa isyarat dasar hari ini menjadi langkah kecil namun sangat penting. Dengan memahami bahasa isyarat, kita tidak hanya mempelajari sebuah bentuk komunikasi baru, tetapi juga membangun jembatan kemanusiaan — jembatan antara dunia yang bisa mendengar dan dunia yang berbicara dengan tangan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., mengapresiasi panitia dan peserta atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai inspiratif dan bermanfaat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial dalam melayani dengan lebih baik dan berempati,” ungkapnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Auradian Marta, S.IP., M.A., juga memberikan apresiasi atas inisiatif kegiatan yang dinilai relevan dengan penguatan kualitas akademik dan karakter sivitas akademika.
“Kemampuan berkomunikasi secara inklusif merupakan bagian dari kecerdasan sosial yang penting bagi setiap akademisi. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari langkah berkelanjutan dalam membangun budaya akademik yang lebih terbuka dan berkeadilan,” tuturnya.
Pada sesi pemaparan yang dimoderatori oleh Dr. Dian Kurnia Anggreta, S.Sos., M.Si, para narasumber menyampaikan materi secara interaktif, mulai dari pengenalan huruf dan salam dalam bahasa isyarat hingga praktik komunikasi dasar yang dapat diterapkan di lingkungan kampus. Antusiasme peserta tampak dari keaktifan mereka mengikuti setiap sesi pelatihan.



Melalui kegiatan ini, FISIP UNRI berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian, empati, dan inklusivitas di kalangan sivitas akademika, sejalan dengan nilai-nilai sosial dan humanis yang menjadi landasan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. (ENGGY-MH)








