Pekanbaru, 24 Januari 2026 — Program Pascasarjana Universitas Riau (UNRI) mengawali Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan Kuliah Perdana bagi mahasiswa baru Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Student Center UNRI, Sabtu (24/1/2026) ini diikuti mahasiswa baru, pimpinan universitas, pimpinan Program Pascasarjana, serta para Dekan di lingkungan UNRI.
Sejak pagi, mahasiswa baru mulai memadati ruang utama kegiatan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas dan pimpinan fakultas menandai dimulainya proses akademik pada semester genap, sekaligus memperkuat orientasi nilai dan etika akademik bagi mahasiswa Pascasarjana.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNRI Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H. Dalam pengantar pembukaannya, Dr. Mexsasai menegaskan bahwa Kuliah Perdana menjadi titik awal untuk membangun tradisi akademik yang disiplin, kritis, dan bertanggung jawab, bukan hanya bagi mahasiswa baru, tetapi juga bagi ekosistem Pascasarjana UNRI secara keseluruhan.

Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. menitipkan pesan agar mahasiswa pascasarjana memegang peran strategis sebagai penggerak pengetahuan sekaligus calon pemimpin di ruang publik, sehingga capaian akademik harus berjalan beriringan dengan integritas, etika, dan kepatuhan pada aturan.
Mahasiswa pascasarjana harus menjadi teladan dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan. Keunggulan akademik perlu berjalan seiring dengan integritas, kepatuhan pada aturan, serta komitmen pada nilai-nilai konstitusi.
Agenda berlanjut ke sesi kuliah umum. Narasumber Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. memaparkan materi bertajuk “Undelivered Constitutional Justice: Tantangan dan Dinamika Kepatuhan Berkonstitusi”. Pemaparan ini mengajak peserta menelaah dinamika pemenuhan keadilan konstitusional serta tantangan kepatuhan terhadap konstitusi dalam praktik kelembagaan dan kebijakan. Sesi berlangsung interaktif melalui dialog dan tanya jawab bersama peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan mahasiswa baru Program Pascasarjana UNRI kepada Direktur Program Pascasarjana serta para dekan di lingkungan Universitas Riau. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembinaan akademik mahasiswa di masing-masing program studi dan fakultas.
Pada momen yang sama, dilakukan pula penandatanganan peresmian penggunaan Gedung PGC sebagai bagian dari penguatan fasilitas pendukung aktivitas akademik dan pengembangan Program Pascasarjana UNRI.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., yang ditemui usai acara, menilai tema kuliah perdana relevan bagi pembentukan cara pandang mahasiswa pascasarjana, terutama dalam membaca relasi antara ilmu pengetahuan, tata kelola, serta etika publik.
“Tema undelivered constitutional justice menegaskan bahwa keadilan tidak cukup tertulis dalam aturan, tetapi harus terasa dalam tata kelola dan kebijakan. Mahasiswa pascasarjana perlu dibekali perspektif kritis agar mampu menilai apakah sebuah proses sudah selaras dengan nilai konstitusi dan prinsip akuntabilitas,” ujar Dr. Meyzi.
Dr. Meyzi menambahkan bahwa FISIP UNRI mendorong mahasiswa pascasarjana menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintahan, sekaligus memberi kontribusi pada perbaikan praktik kebijakan. “Kami ingin riset pascasarjana tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu menghadirkan rekomendasi yang aplikatif, memperkuat pelayanan publik, dan membantu institusi bekerja lebih transparan serta bertanggung jawab."
Melalui Kuliah Perdana Semester Genap T.A. 2025/2026 ini, Program Pascasarjana UNRI menegaskan komitmennya menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik, kuat dalam etika, serta memiliki sensitivitas terhadap nilai-nilai konstitusi dalam praktik sosial, pemerintahan, dan kehidupan berbangsa. (RIRY)

