
Pekanbaru — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) secara resmi mengumumkan hasil Pengawasan Kearsipan Universitas Riau Tahun 2025. Penilaian ini merupakan gabungan dari Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) sebesar 40 persen dan Audit Sistem Kearsipan Eksternal (ASKE) sebesar 60 persen. Berdasarkan akumulasi penilaian tersebut, Universitas Riau memperoleh nilai CC (Cukup).
Di tengah hasil pengawasan tingkat universitas tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) mencatatkan capaian membanggakan. Dari hasil pengawasan kearsipan ASKI Unit Kerja Tingkat 2 (UK2) yang meliputi fakultas dan lembaga di lingkungan UNRI, FISIP berhasil meraih peringkat pertama tingkat Universitas Riau.
Penilaian dilakukan melalui lima unit sampling yang mewakili pelaksanaan pengelolaan kearsipan di masing-masing unit kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa FISIP memenuhi sebagian besar instrumen kearsipan yang ditetapkan, mulai dari aspek kebijakan, pengelolaan arsip aktif dan inaktif, hingga dukungan sumber daya dan sarana prasarana.
Dekan FISIP Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi dan kesadaran kolektif dalam membangun budaya tertib arsip di lingkungan fakultas.
“Pengelolaan arsip bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari tata kelola institusi yang profesional dan bertanggung jawab. Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga komitmen tersebut,” ungkap Dr. Meyzi.
Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan kearsipan adalah proses yang berkelanjutan.
“Kami melihat hasil ini sebagai pijakan awal. Ke depan, FISIP akan terus melakukan pembenahan, penguatan sistem, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan kearsipan semakin tertata dan siap menghadapi pengawasan berikutnya."
Capaian FISIP diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi unit kerja lain di lingkungan Universitas Riau, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola kearsipan yang tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.
(RIRY)