Pekanbaru, 30 April 2026 — Universitas Riau (UNRI) menggelar kuliah umum bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., di Gedung Student Center UNRI, Kamis (30/4). Kegiatan ini mengangkat tema “Kebijakan Prioritas Pemerintah di Bidang Pangan” sebagai upaya memperkuat wawasan sivitas akademika terhadap ketahanan pangan nasional.
Kuliah umum dihadiri oleh pimpinan universitas, Dekan, Kepala Lembaga, Kepala UPA serta undangan dari berbagai unsur di lingkungan UNRI. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Rektor UNRI, Prof. Dr. Sri Indarti, SE., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pemerintah menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi serta kebijakan berbasis riset yang berkelanjutan.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi melalui kajian ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul."


Dalam pemaparannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, diwakili oleh Wamenko Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut.,M.P., menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional. Beliau menekankan pentingnya penguatan produksi dalam negeri, stabilisasi pasokan dan harga, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan.
Selain itu, Wamenko juga menyoroti perlunya sinergi lintas sektor, termasuk peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi teknologi pertanian, riset kebijakan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal. Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim dan dinamika ekonomi dunia menuntut Indonesia untuk lebih mandiri dan adaptif dalam mengelola sektor pangan.
“Pemerintah terus mendorong kebijakan yang berorientasi pada kemandirian pangan, mulai dari hulu hingga hilir. Peran generasi muda dan akademisi sangat dibutuhkan dalam menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut."
Sementara itu, Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si. turut menanggapi pentingnya kegiatan ini sebagai ruang dialog antara akademisi dan pemangku kebijakan. Menurutnya, kuliah umum ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif praktis terkait arah kebijakan pemerintah di sektor pangan.

“Kegiatan ini sangat relevan bagi mahasiswa dan dosen, khususnya dalam memahami dinamika kebijakan publik di bidang pangan. Harapannya, wawasan yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam pengembangan kajian serta kontribusi nyata bagi masyarakat."
UNRI berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (ENGGY-RIRY, Foto: Humas UNRI)
