
Pekanbaru, 21 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) turut menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memperingati Milad ke-63 Universitas Riau (UNRI). Kegiatan yang mengusung tema “Kilas Balik 63 Tahun Universitas Riau: Pencapaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan” ini berlangsung di Ruang Kunto Darussalam, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus Bina Widya, Pekanbaru, Selasa (21/10).
Kegiatan ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan Milad UNRI yang bertujuan untuk merefleksikan perjalanan panjang universitas sekaligus menyusun arah pengembangan ke depan. FGD menghadirkan jajaran pimpinan universitas, Dewan Pertimbangan Universitas Riau, para dekan, direktur, ketua lembaga, serta kepala unit penunjang akademik di lingkungan UNRI.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa peringatan Milad ke-63 bukan hanya menjadi ajang nostalgia terhadap capaian masa lalu, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan membangun inovasi demi masa depan universitas yang lebih adaptif terhadap perubahan global.


“Universitas Riau telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai capaian dan tantangan. Melalui FGD ini, kita berharap dapat merumuskan strategi yang lebih progresif untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman di masa depan,” ujar Rektor Sri.
Lebih lanjut, Rektor menyoroti pentingnya penguatan tridarma perguruan tinggi secara terpadu. Ia menekankan bahwa kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan seimbang dan saling mendukung. UNRI, kata beliau, perlu terus berinovasi dalam menghadirkan riset yang solutif dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam konteks Provinsi Riau yang kaya potensi sumber daya alam.
“Kita harus mampu menghubungkan hasil riset dengan kebijakan publik dan kebutuhan industri. Kolaborasi lintas fakultas dan lembaga menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan isu-isu sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan universitas atas terselenggaranya kegiatan reflektif tersebut. Menurutnya, FGD ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga media untuk memperkuat sinergi antarlembaga di lingkungan UNRI.

“Kami mengapresiasi inisiatif universitas yang menghadirkan forum reflektif seperti ini. Melalui dialog terbuka, kita dapat memperkuat sinergi antarunit, termasuk kontribusi FISIP dalam bidang kebijakan publik, tata kelola, serta penguatan karakter kebangsaan,” ungkapnya.
Dr. Meyzi juga menambahkan bahwa FISIP UNRI siap berperan aktif dalam mendorong transformasi universitas, khususnya melalui penguatan riset sosial dan kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Ia berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar perumusan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan daya saing dan reputasi akademik UNRI.
Kegiatan FGD ini berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Para peserta aktif memberikan masukan dan pandangan mengenai arah pengembangan universitas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, optimalisasi tata kelola, hingga perluasan jejaring kerja sama internasional.


Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika Universitas Riau dalam membangun kampus yang unggul, inklusif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (Enggy-MH)
