Pekanbaru, 13 Februari 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) kembali menyelenggarakan rapat rutin Tinjauan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) yang berlangsung di Ruang Akar Beluru, Gedung Dekanat FISIP.
Rapat ini merupakan bagian dari siklus evaluasi manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam budaya kerja FISIP UNRI. Kegiatan ini difokuskan pada pembahasan hasil implementasi rencana kerja Januari, pemutakhiran data risiko, serta penguatan peran sivitas akademika dalam menciptakan kampus yang aman dan sehat.
Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam arahannya menyampaikan pentingnya keberlanjutan program K3L dan pelibatan aktif seluruh unit kerja.
_"Keselamatan bukan semata program insidentil, tapi bagian dari tata kelola kelembagaan yang harus dibangun secara sistematis dan partisipatif. Kita tidak boleh lelah menumbuhkan budaya sadar risiko,"_ tegasnya.
Rapat juga membahas langkah-langkah korektif dari evaluasi Januari, termasuk peninjauan kembali tata letak jalur evakuasi, perbaikan signage keselamatan, dan penguatan kapasitas tim reaksi cepat K3L.
Ketua Gugus Tugas K3L FISIP, Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., melaporkan bahwa berdasarkan hasil inspeksi selama Januari, ditemukan sejumlah potensi bahaya ringan seperti kabel terbuka, alat listrik yang perlu peremajaan, serta tanda peringatan di tangga.
_"Kami telah menindaklanjuti temuan tersebut dengan koordinasi lintas unit, termasuk bagian umum dan sarana prasarana akademik dan keamanan. Rapat ini memperkuat langkah-langkah strategis agar kejadian-kejadian kecil tidak berkembang menjadi insiden,"_ jelasnya.
Indra juga menegaskan bahwa edukasi kepada mahasiswa akan lebih digencarkan melalui media digital dan pelatihan langsung dalam waktu dekat, sejalan dengan semangat FISIP sebagai zona integritas yang ramah dan responsif terhadap risiko.
-RIRY-