Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Internalisasi Nilai Spiritual dalam Birokrasi, FISIP UNRI Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

Maret 13, 2026
HUMAS FISIP
0 tayangan
Internalisasi Nilai Spiritual dalam Birokrasi, FISIP UNRI Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

Pekanbaru, 13 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) menggelar Pelatihan Internalisasi Spiritualitas Birokrasi dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Hotel Royal Asnof Pekanbaru, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISIP UNRI dalam memperkuat kualitas pelayanan publik melalui penguatan nilai-nilai spiritual, etika kerja, dan karakter aparatur di lingkungan fakultas.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP UNRI Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Auradian Marta, S.IP., M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Umum, para Ketua Tim Pokja, Ketua PPID FISIP UNRI, serta tenaga kependidikan di lingkungan FISIP UNRI. Hadir sebagai narasumber Ustadz Sofyan Hadi, S.IP., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya spiritualitas dalam membentuk budaya birokrasi yang berintegritas, amanah, dan berorientasi pada pelayanan.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNRI Dr. Meyzi Heriyanto menegaskan bahwa internalisasi nilai spiritual dalam birokrasi sangat penting untuk membangun tata kelola kelembagaan yang tidak hanya efektif dan profesional, tetapi juga berlandaskan moralitas dan tanggung jawab. Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas lahir dari aparatur yang tidak hanya cakap bekerja, tetapi juga memiliki kepekaan etik, integritas, dan kesadaran pengabdian.

“Pelatihan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan karakter ASN melalui core values ASN BerAKHLAK. Ini bukan sekadar slogan, tetapi program pemerintah yang harus diterjemahkan dalam perilaku kerja sehari-hari. BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan upaya kita membangun birokrasi kampus yang humanis, bersih, profesional, dan melayani,” ujar Dr. Meyzi.

Dr. Meyzi menambahkan bahwa penguatan spiritualitas birokrasi juga memiliki hubungan erat dengan pembentukan budaya kerja yang sehat dan pelayanan yang berempati. Menurutnya, ketika nilai-nilai spiritual hadir dalam diri aparatur, maka setiap tugas dan pelayanan akan dijalankan bukan hanya sebagai rutinitas administratif, tetapi juga sebagai bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara moral.

“Karena itu, kegiatan ini penting untuk mengingatkan kita bahwa birokrasi tidak boleh kering dari nilai. Spiritualitas harus menjadi fondasi dalam bekerja, agar pelayanan publik yang kita berikan benar-benar menghadirkan manfaat, ketulusan, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada masyarakat dan seluruh pengguna layanan,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Sofyan Hadi menyampaikan bahwa spiritualitas dalam birokrasi bukan berarti membawa institusi ke dalam pendekatan seremonial keagamaan semata, melainkan menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keikhlasan, dan kepedulian dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan penting dalam membentuk aparatur yang mampu menjalankan amanah secara profesional dan bermartabat.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan khatam Al-Qur’an bersama pimpinan dan seluruh tenaga kependidikan FISIP UNRI yang telah melaksanakan tadarus sepanjang bulan suci Ramadhan. Rangkaian tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga bernilai ibadah, sarat kebersamaan, dan memperkuat keteladanan di lingkungan birokrasi kampus.

Melalui kegiatan ini, FISIP UNRI berharap penguatan nilai spiritual dapat terus terinternalisasi dalam budaya kerja kelembagaan, sehingga kualitas pelayanan publik di lingkungan fakultas semakin meningkat, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan tetap berpijak pada integritas serta nilai-nilai kemanusiaan.
(RIRY, Foto:Enggy)