Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Gugus Tugas K3L FISIP UNRI Lakukan Pemetaan Risiko

April 15, 2026
HUMAS FISIP
0 tayangan
Gugus Tugas K3L FISIP UNRI Lakukan Pemetaan Risiko

Pekanbaru, 15 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) menggelar rapat koordinasi Gugus Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dalam rangka mematangkan program kerja tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Dekanat FISIP UNRI, Rabu (15/4/2026), mulai pukul 10.00 WIB.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Gugus K3L FISIP UNRI, Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., dihadiri oleh Dekan FISIP, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, serta tim K3L. Fokus utama pembahasan adalah penyusunan program tahunan K3L yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan serta pemetaan risiko.

Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam arahannya menegaskan pentingnya penguatan K3L sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan kampus.

“Implementasi K3L harus menjadi bagian dari sistem dan budaya kerja, bukan sekadar kegiatan administratif. Ini menyangkut keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan yang harus kita jaga bersama,” tegas Dr. Meyzi.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pemetaan kegiatan K3L agar lebih terjadwal, penyesuaian struktur Gugus K3L serta persiapan menuju penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di lingkungan FISIP UNRI.

Selain itu, isu keselamatan lingkungan kampus juga menjadi perhatian serius, khususnya terkait keberadaan satwa liar di area kampus. Untuk itu, direncanakan pelatihan penanganan hewan liar seperti ular, kera, dan biawak yang dijadwalkan pada Mei 2026, bekerja sama dengan pihak terkait.

Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FISIP UNRI, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa penguatan K3L juga berkaitan erat dengan tata kelola kelembagaan dan peningkatan kualitas layanan.

“K3L tidak hanya berbicara soal keselamatan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari sistem tata kelola yang baik. Kita ingin memastikan seluruh fasilitas dan aktivitas berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Dr. Mayarni.

Lebih lanjut, rapat juga membahas penyusunan dokumen identifikasi risiko berbasis kejadian nyata, penguatan sistem pelaporan hasil inspeksi, serta optimalisasi sarana K3L seperti APAR dan perlengkapan keselamatan lainnya. Di samping itu, akan disusun SOP untuk safety announcement yang nantinya diterapkan pada setiap penggunaan fasilitas kampus.

Ketua Gugus K3L FISIP UNRI, Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., menyampaikan bahwa program K3L ke depan akan lebih menitikberatkan pada aspek preventif dan kesiapsiagaan.

“Kami mendorong adanya kesiapan bersama, mulai dari pemetaan risiko, peningkatan kapasitas SDM, hingga simulasi tanggap darurat seperti kebakaran dan bencana lainnya. Harapannya, FISIP UNRI dapat menjadi role model dalam implementasi K3L di lingkungan kampus."

FISIP UNRI menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola institusi yang profesional dan berstandar tinggi. (RIRY)