Pekanbaru, 15 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) menggelar sosialisasi Program Fast Track bagi mahasiswa semester 6 Jurusan Sosiologi dan Program Studi Administrasi Publik. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Auditorium Drs. Sutan Balia FISIP UNRI, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP UNRI dan segenap Wakil Dekan, Ketua Jurusan S1 Sosiologi dan Kaprodi S2 Magister Sosiologi, Kaprodi Program Studi S1 Administrasi Publik dan Kaprodi S2 Magister Administrasi Publik, serta dosen dari masing-masing jurusan dan program studi.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait program percepatan studi (fast track) yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan ke jenjang magister secara lebih efisien.
Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program fast track merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing. Beliau menjelaskan, program ini dapat dilaksanakan karena Program Studi S1 dan S2 pada Jurusan Sosiologi serta Program Studi Administrasi Publik telah terakreditasi unggul, sehingga memungkinkan penyelenggaraan percepatan studi secara terintegrasi.

“Program fast track menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempercepat masa studi sekaligus meningkatkan kapasitas akademik. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara optimal agar mampu mengikuti program ini dengan baik,” tutur Dr. Meyzi.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNRI, Dr. Auradian Marta, S.IP., M.A., memaparkan secara rinci mekanisme pelaksanaan program fast track, mulai dari persyaratan, alur pendaftaran, hingga manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Melalui program fast track, mahasiswa tidak hanya dapat menghemat waktu studi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kompetensi akademik serta kesiapan profesional sejak dini,” jelas Dr. Auradian.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa dan narasumber. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih mendalam terkait teknis pelaksanaan program, persyaratan akademik, serta prospek yang ditawarkan.





Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami program fast track secara komprehensif serta termotivasi untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kualitas akademik di masa depan. (Enggy-RIRY)



