Pekanbaru, 4 Desember 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau bekerja sama dengan Institute of Policy, Democracy and Sustainability (INSPIRATIF) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Menciptakan Ketahanan Pangan Non APBD yang Dapat Meningkatkan PAD Riau”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Studio Pascasarjana FISIP UNRI ini diikuti unsur pemerintah, akademisi, BUMD, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan perguruan tinggi dan mahasiswa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur INSPIRATIF, Bapak Triono Hadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di Riau tidak dapat hanya mengandalkan APBD, melainkan harus dibangun melalui inovasi, sinergi lintas sektor, dan kolaborasi multipihak. Ia menilai FGD ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi konkret yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah maupun pelaku usaha.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FISIP Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si. Ia mengapresiasi terselenggaranya FGD sebagai forum ilmiah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan bertukar gagasan. Dr. Meyzi menegaskan komitmen FISIP UNRI dalam mendorong penelitian, inovasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang berkontribusi pada pembangunan daerah, termasuk dalam isu strategis ketahanan pangan.


Memasuki sesi inti, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Bapak Dr. H. Syahrial Abdi, AP, M.Si, hadir secara virtual dan memberikan sambutan sekaligus Key Note Speech dengan topik “Strategi Ketahanan Pangan Non APBD yang Dapat Meningkatkan PAD Riau”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya diversifikasi sumber pangan, optimalisasi pemanfaatan lahan potensial, digitalisasi pertanian, dan penguatan kemitraan strategis antara pemerintah, BUMD, akademisi, dan sektor swasta. Ia menambahkan bahwa Riau memiliki peluang besar menjadikan sektor pangan sebagai sumber PAD baru yang berkelanjutan.


Pada pukul 09.45 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Sesi Diskusi bertema “Realitas dan Data – Peluang dan Tantangan Optimalisasi Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Riau”, dipandu oleh Moderator Bapak Ahmad Jaman, SIP., MA. Diskusi menghadirkan empat narasumber ahli, yaitu:
1. Dr. Roni Bowo Leksono
(Plt. Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau)
Topik: Realitas dan Data – Kondisi Ketahanan Pangan Riau
2. Dr. Azharuddin M. Amin, M.Sc
(Akademisi)
Topik: Dari Tujuan Ketahanan Pangan Menuju Peningkatan PAD – Pembiayaan Ketahanan Pangan dari Investasi Swasta (Non-APBD)
3. Romagia, SE, MM
(Senior Researcher INSPIRATIF)
Topik: Food Hub – Solusi Supply, Akses, dan Model Ekosistem Baru dalam Rantai Pangan
4. Dr. Mita Rozaliza, S.Sos., M.Si
Topik: Arah Kebijakan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan Riau – Refleksi Praktik dan Solusi ke Depan (BUMD dalam Penguatan Ketahanan Pangan Riau)




Para narasumber memaparkan berbagai isu strategis, mulai dari kebutuhan data pangan yang akurat, inovasi dalam tata kelola pangan, penguatan peran BUMD, hingga pengembangan ekosistem pangan berbasis kolaborasi multipihak. Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi dari peserta yang berasal dari instansi pemerintah, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, hingga mahasiswa dari berbagai universitas di Riau.


FGD ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan closing remark dari panitia. Penyelenggara berharap hasil diskusi ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat ketahanan pangan daerah tanpa ketergantungan pada APBD, sekaligus membuka peluang peningkatan PAD melalui sektor pangan yang inovatif dan berkelanjutan. (Enggy)