Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Dekan FISIP UNRI Sambut Penguatan Visi Riset pada Kunjungan Wamendiktisaintek RI ke Universitas Riau

Maret 13, 2026
HUMAS FISIP
0 tayangan
Dekan FISIP UNRI Sambut Penguatan Visi Riset pada Kunjungan Wamendiktisaintek RI ke Universitas Riau

Pekanbaru, 13 Maret 2026 — Universitas Riau (UNRI) menerima kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D., dalam agenda Silaturahmi, Pemaparan, dan Diskusi Riset Unggulan Universitas Riau, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengembangan riset unggulan yang terarah, kolaboratif, dan memberi dampak luas bagi masyarakat.

Rektor UNRI, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan riset merupakan salah satu pilar utama dalam membangun perguruan tinggi yang berdampak. Beliau menyampaikan bahwa UNRI terus berkomitmen mengembangkan riset-riset unggulan yang inovatif, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan pembangunan.

“Kami ingin UNRI terus tumbuh sebagai kampus yang unggul dalam pendidikan, kuat dalam riset, dan nyata kontribusinya bagi masyarakat. Kehadiran Ibu Wakil Menteri semakin memperkuat semangat kami untuk mengembangkan riset unggulan yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas,” ujar Prof. Sri.

Dalam paparannya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Stella Christie, Ph.D. menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memiliki peta jalan dan visi riset yang jelas sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Menurutnya, riset unggulan tidak dapat tumbuh tanpa arah kelembagaan yang kuat, fokus pada bidang prioritas, dan keberanian institusi untuk membangun keunggulan secara konsisten.

“Perguruan tinggi perlu memiliki peta jalan dan visi riset yang kuat agar pengembangan ilmu pengetahuan tidak berjalan sporadis. Riset harus dibangun dengan arah, konsistensi, dan keberanian untuk fokus pada bidang keunggulan. Dari situlah akan lahir inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberi dampak sosial, ekonomi, dan pembangunan."

Dalam forum tersebut, UNRI juga menampilkan sejumlah paparan riset unggulan. Prof. Dr. Erman Taer, M.Si. mempresentasikan materi Potensi Biomassa Indonesia sebagai Media Penyimpanan Energi Masa Depan yang menyoroti peluang pengembangan biomassa untuk mendukung energi hijau masa depan. Paparan itu juga menunjukkan penguatan sinergi melalui Konsorsium Biomassa untuk Energi Hijau yang melibatkan UNRI, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, dan Telkom University.

Selain itu, Prof. Dr. Ir. Bahruddin, MT., IPU memaparkan Potensi Pemanfaatan Lateks Karet Alam sebagai Binder Cat Emulsi. Materi tersebut menunjukkan bagaimana sumber daya lokal dapat ditransformasikan menjadi inovasi terapan yang memiliki nilai tambah serta membuka peluang pengembangan riset yang lebih luas.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menilai paparan Wakil Menteri memberikan perspektif penting bagi pengembangan riset di bidang ilmu sosial dan politik. Menurutnya, penegasan mengenai peta jalan dan visi riset juga sangat relevan bagi disiplin ilmu sosial yang berperan dalam membaca dinamika masyarakat, merumuskan kebijakan, dan menghadirkan rekomendasi berbasis data.

“Pemaparan Ibu Wakil Menteri memberikan penguatan bahwa riset harus memiliki arah yang jelas dan relevansi yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat. Bagi FISIP UNRI, ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat riset kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga memberi dampak sosial, mendukung kebijakan publik, dan menjawab tantangan pembangunan,” ujar Dr. Meyzi.

Melalui kegiatan ini, FISIP UNRI memandang penguatan budaya riset di Universitas Riau sebagai langkah penting untuk meneguhkan peran perguruan tinggi dalam melahirkan gagasan, rekomendasi, dan inovasi yang mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan. (RIRY, Foto: Humas UNRI)