Pekanbaru, 13 Januari 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) membuka awal tahun 2025 dengan menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) pada Senin, 13 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Akar Beluru, Gedung Dekanat FISIP UNRI dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta seluruh anggota Gugus Tugas K3L.
Rapat ini menjadi momen strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program K3L selama tahun 2024 serta merumuskan rencana kerja tahun 2025. Dalam arahannya, Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja harus menjadi prioritas utama di setiap lini kegiatan kampus.
"Kita harus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh sivitas akademika. K3L bukan hanya program administratif, tapi bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan kampus yang aman, sehat, dan responsif terhadap risiko," ujar Dr. Meyzi.
Lebih lanjut, beliau mendorong agar program K3L terus dikembangkan secara integratif dengan sistem manajemen kelembagaan, termasuk dalam perencanaan kegiatan akademik dan non-akademik.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., turut menyampaikan pentingnya keberlanjutan program-program pengawasan dan pencegahan. "Kita tidak boleh lengah. Identifikasi risiko harus dilakukan secara berkala dan didokumentasikan dengan baik agar pengambilan keputusan dapat lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas K3L FISIP UNRI, Indra Mardeni Putra, S.AP., M.AP., menyampaikan laporan capaian program K3L tahun 2024 yang meliputi pemasangan signage keselamatan dan jalur evakuasi, pengadaan dan pemeriksaan APAR, penyediaan area merokok, inspeksi rutin gedung, serta program Zero Accident.
"Tahun ini, kami menargetkan pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkala, pembaruan peta risiko K3L, serta peningkatan pelatihan bagi petugas keamanan dan tenaga kependidikan. Kami juga akan lebih aktif mengajak partisipasi mahasiswa dalam edukasi keselamatan," tutur Indra.
Rapat Tinjauan Manajemen K3L ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi terbuka untuk menjaring masukan dari berbagai unit kerja di lingkungan FISIP. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pemeliharaan sistem pemadam kebakaran, kondisi jalur evakuasi di gedung lama, serta perlunya SOP tanggap darurat yang mudah diakses oleh warga kampus.
Dengan terlaksananya rapat ini, FISIP UNRI menunjukkan keseriusannya dalam mengawal penerapan sistem manajemen risiko dan keselamatan yang terukur dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan Zona Integritas dan pelayanan prima di lingkungan fakultas.
Rapat serupa direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, sebagai bentuk komitmen dan pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh aspek keselamatan kerja dan lingkungan di FISIP UNRI.
-RIRY-