Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Berita

Sinergi FISIP UNRI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau: Langkah Strategis Wujudkan Tata Kelola Berbasis Manajemen Risiko

Mei 19, 2025
Humas Fisip
0 tayangan
Sinergi FISIP UNRI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau: Langkah Strategis Wujudkan Tata Kelola Berbasis Manajemen Risiko

 

Pekanbaru, 19 Mei 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UNRI) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sistem tata kelola berbasis manajemen risiko. Bertempat di Ruang Rapat Gedung Dekanat Lt. II FISIP UNRI, Senin (19/5), FISIP UNRI menggelar rapat persiapan akhir Workshop Penyusunan dan Evaluasi Manajemen Risiko yang akan berlangsung hingga 20 Mei 2025.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, yaitu:

* Nanang Agus Sutrisno, Ak., M.Acc selaku Korwas Bidang AN
* Martha Simbolon, S.E., QRMP., ERMCP., selaku Auditor Muda

Kedua narasumber mendampingi dan memberikan asistensi teknis terkait penyusunan dokumen risiko serta sistem pengendalian internal berbasis risiko di lingkungan FISIP UNRI.

Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian strategis dari peningkatan mutu kelembagaan. “Kita ingin memastikan bahwa seluruh proses akademik, layanan administrasi, hingga kemahasiswaan berjalan dengan kontrol risiko yang jelas. Kolaborasi dengan BPKP Riau adalah langkah penting untuk menyusun instrumen risiko yang aplikatif."

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Auradian Marta, S.IP., M.A., menyampaikan bahwa aspek akademik memiliki risiko tinggi jika tidak diantisipasi secara sistematis. “Mulai dari pengelolaan kurikulum hingga kelulusan mahasiswa, semua perlu dimitigasi. Workshop ini adalah momentum untuk menyusun peta risiko yang konkret di bidang akademik."

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa sistem keuangan dan pengelolaan aset perlu memiliki deteksi risiko sejak dini. “Dengan adanya instrumen risiko, pengelolaan anggaran dan aset fakultas akan lebih tertib dan transparan."

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Saiman, S.IP., M.Si., turut menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam layanan kepada mahasiswa. “Kami ingin agar program kerja kemahasiswaan dan kerja sama dengan mitra eksternal terlindungi dari risiko yang mengganggu reputasi institusi."

Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Risiko FISIP UNRI, Dr. Lie Othman, S.Pi., M.M menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari penguatan integritas dan efektivitas manajemen kelembagaan. “Kami berharap dokumen risiko yang dihasilkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan sehari-hari."

Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi manajemen risiko dan penguatan sistem pengendalian internal yang terintegrasi di lingkungan FISIP UNRI. (RIRY)