Pekanbaru, 27 Mei 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) menandai babak baru kerja sama akademik dengan menjalin kemitraan strategis bersama FISIP Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah. Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung secara hybrid pada Selasa siang di lantai 2 Gedung Dekanat FISIP UNRI, dimulai pukul 13.00 WIB.
Kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 6 yang berfokus pada kerja sama antar perguruan tinggi. Sinergi lintas pulau ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, memperluas jejaring kelembagaan, serta memperkuat dampak akademik di tingkat nasional.
Hadir secara langsung dalam kegiatan ini Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Auradian Marta, S.IP., M.A., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr. Saiman Pakpahan, S.IP., M.Si. Turut serta pula Koordinator Tata Usaha, para subkoordinator, serta ketua jurusan di lingkungan FISIP UNRI. Sementara itu, dari pihak FISIP Untad hadir secara daring Dekan Dr. Muhammad Nawawi, M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas melalui platform konferensi video.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNRI Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si menekankan bahwa kerjasama ini bukan sekadar memenuhi indikator kinerja, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat jejaring akademik lintas institusi. “Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mempererat pertukaran keilmuan, memperluas kolaborasi riset, dan mendukung program Kampus Berdampak secara lebih dinamis."

Dr. Meyzi menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membangun pondasi kuat untuk kegiatan akademik yang berdampak, responsif terhadap isu sosial, dan adaptif terhadap perubahan global.

Senada, Dekan FISIP UNTAD, Dr. Muhammad Nawawi, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif FISIP UNRI. Beliau menilai sinergi antar fakultas sebagai kunci transformasi pendidikan tinggi di era digital. “Ini adalah momentum penting untuk meningkatkan kapasitas institusi dan SDM, sekaligus menumbuhkan budaya akademik yang kolaboratif dan progresif,” ungkapnya secara daring.

Agenda ini juga diisi dengan sesi diskusi implementasi kerjasama, yang dipandu oleh Dr. Auradian Marta. Dipaparkan beberapa rencana tindak lanjut konkret, antara lain penyusunan roadmap kolaborasi, integrasi kurikulum, serta pengembangan program-program akademik yang relevan dan berkelanjutan.

Nota kesepahaman ini mencakup komitmen bersama dalam pelaksanaan berbagai program, seperti seminar dan lokakarya bersama, riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan laboratorium terpadu, hingga publikasi ilmiah bereputasi internasional.



Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi produktif antarperguruan tinggi, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar dan transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat. (Enggy-RIRY)



