Pekanbaru, 15 Mei 2025 — Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah intensitas penggunaan gawai, Musholla Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau berkolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Riau untuk menyelenggarakan kajian kesehatan bertema Pengaruh Blue Light bagi Kesehatan Mata. Acara ini berlangsung di Musholla FISIP UNRI, tepat sebelum pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah, menciptakan suasana yang edukatif sekaligus religius.
Menghadirkan dr. Suci Fitri, Sp.M, dokter spesialis mata dari RS Universitas Riau, kegiatan ini membahas secara mendalam bahaya paparan sinar biru dari layar perangkat digital seperti ponsel, laptop, dan tablet. Menurut dr. Suci, paparan berlebihan dapat memicu kelelahan mata, mata kering, hingga mengganggu pola tidur akibat terganggunya ritme sirkadian tubuh.

Dipandu oleh Dwi Jaya Kusuma Aznur, SKM, diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan. Selain menjelaskan dampak negatif blue light, narasumber juga membagikan tips praktis seperti penggunaan filter layar, pengaturan pencahayaan, serta pentingnya istirahat mata secara berkala saat menatap layar.

Ketua Musholla FISIP Sofyan Hadi, S.IP., M.Si berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan civitas akademika FISIP UNRI, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat yang adaptif terhadap era digital. Kajian ini menjadi bagian dari kontribusi Musholla FISIP dalam menyelaraskan nilai-nilai spiritual dengan isu-isu kesehatan yang relevan dalam kehidupan kampus modern.
Dekan FISIP Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi Musholla FISIP dan RS Universitas Riau. Dr. Meyzi menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting sebagai bentuk integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap isu-isu kesehatan yang aktual. “Di era digital ini, kesadaran menjaga kesehatan—khususnya mata—menjadi bagian dari tanggungjawab bersama. Kami berharap kajian ini dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa yang bermanfaat bagi civitas akademika.”
Kegiatan kajian kesehatan ini diikuti oleh puluhan orang jama’ah yang terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik yang diangkat, sekaligus memperkuat semangat untuk menjaga kesehatan mata sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui sinergi antara nilai spiritual dan ilmu kesehatan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebiasaan baru yang lebih sehat, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.
(Enggy-RIRY)

