Pekanbaru, 22 Mei 2025 — Semangat peduli lingkungan terus digelorakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau. Melalui Surat Edaran Nomor 15832/UN19.5.1.1.1/TU.00.01/2025 yang diterbitkan pada 16 Mei 2025, Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh civitas akademika—dosen, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa—untuk aktif mendukung Gerakan Green Society dengan berpartisipasi dalam kegiatan pengumpulan sampah plastik.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Sejumlah jenis sampah plastik yang dapat dikumpulkan antara lain:
1. Botol plastik bekas minuman,
2. Kemasan plastik makanan (yang telah dibersihkan),
3. Kantong plastik bersih, dan
4. Sedotan plastik.
Tempat pengumpulan sampah plastik telah disediakan di lingkungan FISIP UNRI dan terbuka bagi seluruh warga kampus. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai edukasi kolektif untuk menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Dekan FISIP UNRI, Dr. Meyzi Heriyanto, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran aktif civitas akademika dalam menciptakan perubahan positif.
"FISIP menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Gerakan FISIP Green Society ini, kita tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata bahwa FISIP UNRI peduli dan bertindak. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita sebagai institusi pendidikan."
Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mayarni, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas antusiasme civitas akademika.

"Kita ingin membangun budaya Green Society mulai dari lingkungan kita sendiri. Keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unsur kampus menjadi kunci utama suksesnya gerakan ini. Kita tidak hanya bicara teori, tetapi juga menjadi pelaku perubahan. Selain itu, hasil dari penjualan sampah plastik yang dikelola oleh Tim Green Society akan dipergunakan untuk membantu pembayaran UKT mahasiswa tidak mampu di FISIP. Ini adalah wujud nyata dari solidaritas sosial dan keberlanjutan yang saling terintegrasi," ungkap Dr. Mayarni.
FISIP UNRI berharap gerakan ini menjadi langkah awal menuju kampus berkelanjutan (sustainable campus) dan dapat menginspirasi fakultas lain di lingkungan Universitas Riau. Dengan kolaborasi lintas elemen kampus, FISIP UNRI membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak besar. (RIRY)













